TEKS PUISI
CORONA AKU TAK INGIN MENYAPAMU
#Puisi
By: Resmi Sari
Coro,
Elok namamu
Cantik sapaanmu
Tapi kau hanya angin
Ya, angin lalu yang semilir
Tapi menohok raga
Jiwa-jiwa menggelepar
Kocar kacil hanya dengan hembusanmu
Sentuhanmu maut
Coro,
Aku tak berani menyapamu
Sungguh!
Sebab kau bagai siluman yang gentanyangan
Coro,
Kamu itu mirip domentor
Cerita dalam Herry potter
Sosok hitam kelam yang berwujud ketakutan
Aneka rupa hanya dengan menyapa
Tak bisa dilenyapkan dengan ridikulus atau abrakadabra
Selama takut bersemayam di jiwa
Raga akan terhisap dalam kelam kematian
Coro,
Boleh kutanya?
Adakah penangkalmu!
Dengan lembut coro berorasi:
Aku adalah ketakutan
Aku adalah hasrat
Aku adalah kecongkakan
Aku adalah kehancuran
Tidak ada yang bisa menghancurkanku
Jika kau mau, mari ikut denganku
Acuhlah pada temanmu
Acuhlah pada keluargamu
Acuhlah pada kerabatmu
Maka, kujamin kau tak akan baik-baik saja
Dengan tegas coro mengimbau:
Ada lima perkara untuk menyingkirkanku
Apa kau tahu,
Tapi kau acuhkan itu!
Demi ego
Demi pengakuan
Demi gaya
Demi rasa
Lalu kau pun melayang dengan seringai sangar
HUAAHAHAHAAAAAA
Tawamu bergema
Coro,
Tunggu!
Kau belum ucapkan lima perkaramu
Tolong! Jangan hukum kami lebih kejam lagi
KAU AKAN HABIS!
YAKINLAH, JANGAN SAPA APALAGI MEMANGGILKU!
Teriakmu...
Ragamu akan diacuhkan, bila kau tetap ingin mengundangku
Jiwamu tak akan selamat,
Aku akan datang walau tak kau undang
Dan aku akan pergi setelah meninggalkan benih kehancuran
Tidak ada jalan keluar, apalagi jalan tuk kembali
Tegasmu...
Coro,
Lalu Aku, Kami harus bagaimana?
Cuci sering tanganmu dengan sabun dan air mengalir
Obati segera bila kau terserang flu, pusing dan meriang
Robohkan perkumpulan tidak berfaedah disekitarmu
Onggokkan diri menyepi di rumah, sembunyikan ragamu
Nafsumu yang sok kuat dan menantangku, singkirkan
Akibatnya akan fatal bila menyapamu
APA KAU PAHAM ITU!
Cercamu...
Condonglah pada tafakur dan berdoa
Obrak abrik pola hidipmu ntuk lebih utamakan sehat
Vitamin dan asupan makan bergizi kau perlukan
Itu penting sebagai penangkal sapaanku
Terpenting lagi, utamakan lima waktu dan sunah-Nya
19= 2 + 4 + 4 + 3 + 4 [+ 2]
Kau Tahukan Angka itu!
Baiklah..
Segera lakukan!
Coro,
Tahukah kamu
Hadirmu telah memenjarakan akal kami
Hadirmu melumpuhkan hasrat kami
Tapi hadirmu telah menyadarkan kami
Tentang pentingnya pola hidup dan daya tahan
Ketenangan akan dirasakan.
Coro,
Aku tak ingin mengucap terima kasih padamu
Sebab kau pemusnah
Maka seregalah enyah!
WUUSSSSSSS, lalu menggema suara lengking dan lantang
Camkan hidup BERSIH selalu
Obati hatinmu dengan TAAT beribadah
Viralkan rasa kasih SAYANG bukan sembarang makan
Ikhtiarlah agar tetap DAMAI hatimu
Dengan HENING dalam ibadah, usaha, ikhtiar dan doa
ITULAH UTAMA DARI LIMA PERKARAKU!!!
Tiba-tiba
Alam senyap da sunyi
Aku?
Tak ingin berucap lagi
Cukup!
Sekian sampai di sini
#PuisiPrihatinTentangCorona
#Semoga kita tetap dalam lindungan-Nya
Aamiin