Puisi "Jeda Hati"

 JEDA HATI

Oleh : Resmi Sari 


Tidak ada yang meminta itu untukmu,

pengorbanan yang menyalahkan waktu tak memberi jeda


Takdir!

Berserah pada takdir bukan akhir

Mungkin matamu buta, tapi kau tetap bisa melihat dalam sukma

Percaya kebutuhan bukan rasa dan cinta

Dengan berseru dapat segala damba


Harusnya,

kepasrahan berserah diri di tiap seruanNya


Mungkin telingamu tak mendengar, tapi kau tak tuli

Sekedar membalas panggilanNya ditiap lima waktu,

dengan bermunajad dan sedekap barang 120 detik

Itupun tanpa zikir bersenandung salawat


Mungkin ragamu lelah, tapi kau harusnya tak renta meminta

Menadah tangan mengiba memelas dalam khusyuk


Mungkin kau bisu, tapi bukan tak mampu berkata

Mulutmu mampu meminta berharap keridaanNya

Jangan pernah membuang waktu untuk apapun


Mungkin kau lumpuh, tapi tangan-kakimu tak pernah diam

Kesana kemari demi dunia maya

Walau pepatah berkata, untuk mendapatkan sesuatu harus berkoban sesuatu


Takutlah!

Suratan takdir tak pernah salah

Antara siang dan malam kan ada senja yang menghampiri

Peluk erat aroma sengatnya

Sebelum datang dingin merindu


Hentikankan omong kosong

Dengan berani berkata waktuku masih panjang

Sebelum sesal berselimut kafan


Putuskan!

Haram dan wajib tak lagi setipis tisu tak sebatas kulit bawang tak selekat kulit ari

Antara munajat-harta-tahta-cinta

Badai fiqih yang menghancurkan


Hingga berharap,

nafas hidupku semoga mendapatkan tempat dihatiMu

Ya Rab,

Jangan biarkan sesal menutup usia!


Samarinda, 101220123

(Tugas KMO_Puisi_b1)

Postingan Populer